www.suaragemerlapfm.com
29-03-2015 | www.pramesnet.com | Dibaca : 327 pembaca

Jaksa Agung harus punya integritas dan berani

Jaksa Agung harus punya integritas dan berani



JAKARTA-Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran, Prof Romli Atmasasmita memandang Jaksa Agung harus memiliki pemahaman hukum pidana nasional, regional, dan internasional yang mumpuni. Di samping itu, Jaksa Agung harus memiliki kemampuan manajerial untuk membenahi internal kejaksaan dan menghadapi intervensi.

Indonesia memiliki posisi strategis dalam bidang politik, sumber daya manusia, dan budaya. Hukum merupakan salah satu bagian di dalamnya.

“Sekarang zaman globalisasi. Komunikasi juga sudah semakin canggih. Ibaratnya ada jarum jatuh sudah terdengar ke mana-mana. Terutama untuk kasus-kasus hukum pidana yang melibatkan perusahaan asing dan warga negara asing, seperti kasus Century. Kemudian juga kasus-kasus Hak Azasi Manusia (HAM) di dalam negeri yang mendapat sorotan tajam dari pihak asing. Jaksa Agung harus memiliki kemampuan menghadapi masalah-masalah ini,” kata Romli saat dihubungi, Kamis (13/11).

Di samping memiliki pemahaman hukum pidana yang mumpuni, Jaksa Agung harus punya integritas dan berani memperjuangkan kesejahteraan (renumerasi dan insentif) bawahannya.

Romli menegaskan, pembenahan Kejaksaan Agung bisa dilakukan dengan mencari pegawai yang memiliki integritas, bukan titipan dan bebas dari intervensi saat proses perekrutan.

Seperti diketahui, beberapa nama calon Jaksa Agung beredar di masyarakat. Calon dari internal kejaksaan adalah Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM pidsus), Widyo Pramono.

HM Prasetyo (mantan Jampidum Kejagung) merupakan politisi yang diusung Partai Nasdem sebagai calon Jaksa Agung.

Adapun calon dari eksternal, di antaranya Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurahman Ruki, mantan Kepala PPATK Yunus Husein, dan Deputi UKP4 Mas Achmad Santosa.

Belakangan nama mantan Ketua KPK Taufiqurahman Ruki mencuat ke permukaan. Purnawirawan polisi dengan pangkat terakhir Irjen ini dicalonkan sebagai Jaksa Agung dari unsur eksternal. Taufik dikenal sebagai peletak dasar-dasar pondasi KPK sehingga menjadi lembaga negara yang berwibawa. Sebelum menjadi Ketua KPK, Taufik menjabat Deputi Menko Polhukam Susilo Bambang Yudhoyono di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Taufik pernah menduduki sejumlah jabatan strategis sepanjang kariernya. Pria asal Rangkas Bitung, Banten ini tercatat pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi TNI/Polri dan Komisaris PT Krakatau Steel Tbk.***

©2015 - www.suaragemerlapfm.com
All rights reserved