www.suaragemerlapfm.com
25-05-2015 | | Dibaca : 677 pembaca

BUMN Dilibatkan Beli Gabah Petani

BUMN Dilibatkan Beli Gabah Petani

Lamongan, - Menteri BUMN Rini Soemarno akan menggerakkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembelian gabah petani. Itu dilakukannya untuk membantu Badan Urusan Logistik (Bulog) menjaga harga gabah petani agar stabil saat panen raya tiba.

Hal itu dikatakannya kala melakukan panen padi dan berdialog dengan petani di Dusun Tlogogede Desa Wonokromo Kecamatan Tikung, Kamis (21/5). Kepada petani, Rini juga menyerahkan bantuan alat produksi pertanian berupa combine harvester atau alat panen multiguna dan hand traktor.

Kepada Rini, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) desa setempat, Bambang Supriyani mengeluhkan jatuhnya harga gabah di tingkat petani ketika memasuki musim panen raya. Dia juga mengharapkan ada lebih banyak lagi bantuan alat pertanian dari pemerintah.

Bambang menyebut harga gabah petani saat musim panen raya bisa turun hingga Rp 3.200 perkilogram. Itu untuk kondisi gabah kering panen sawah.

Rini sendiri mengamini kerap turunnya harga gabah saat panen raya tiba. Itu diantaranya terjadi karena sedikit terlambatnya kemampuan Bulog untuk menyerap gabah petani.

Tapi Rini tidak serta merta menyebut itu kesalahan Bulog. Itu terjadi karena Bulog tidak memiliki mesin pengering sendiri. Sehingga penyerapan yang dilakukannya kerap sedikit terlambat.

Untuk membantu petani agar bisa menikmati harga gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dia akan menggerakkan BUMN dibawah kementeriannya. Yakni dengan memerintahkan PT Petrokimia Gresik agar membentuk perusahaan baru untuk membeli gabah petani.

“Saya sudah bicara dengan Petro agar menyiapkan mesin-mesin pengering dengan membentuk perusahaan baru. Mesin-mesin ini akan disiapkan di daerah-daerah produsen gabah. Saat ini sedang dihitung berapa besaran anggaran yang dibutuhkan,” kata Rini.

Rencana ini, menjurut Rini, akan sudah terlaksana pada musim depan. Sehingga petani bisa menikmati harga gabah sesuai HPP yang ditetapkan Presiden Joko Widodo dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2015, yakni Rp 3.700 perkilogram dengan kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa 10 persen, atau Rp 3.750 perkilogram di penggilingan.

“Konsep ini tidak akan tumpang tindih dengan Bulog. Kami akan saling bersinergi untuk membantu petani,” katanya menambahkan.

Bupati Lamongan Fadeli yang turut mendampingi Rini menyebut pemerintah daerah sudah melakukan sejumlah upaya untuk membantu petani. Diantaranya dengan memberikan bantuan alat pertanian dan pembangunan jaringan irigasi dan jalan pertanian.

Diungkapkan Fadeli, produksi padi Lamongan tahun lalu mencapai 1,028 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan produktivitas 6,5 ton perhektar. “Pendapatan Domestik Regional Bruto Lamongan masih didominasi sektor pertanian, yakni mencapai 64 persen,” kata dia.

Masalah pertanian di Lamongan, ungkap Fadeli, adalah banyaknya waduk-waduk Negara yang belum pernah tersentuh program pengerukan sedimentasi. Selain itu, alokasi pupuk untuk Lamongan hanya sekitar 60 persen dari yang dibutuhkan.

Pupuk Bersubsidi di Lamongan (dalam ton)

Jenis

Urea

Sp-36

Za

Npk

Organik

Alokasi

58.377

15.335

15.520

40.585

19.084

Realisasi penyaluran s/d april

23.958

7.335

6.794

16.670

7.866

Sisa alokasi

34.420

8.099

8.726

23.915

11.218

Kekurangan

8.000

3.000

2.000

4.000

5.000

©2015 - www.suaragemerlapfm.com
All rights reserved